Senja kembali turun,
Hingga ia—siang—tak lagi memihak.
Senja kembali turun,
Dan sebentar lagi, petang pun memelukmu,
mendampingimu melepas lelah juga penatmu, juga menemanimu membungkus setiap
rindu yang tak jua bisa ka sampaikan—hingga saat ini.
Sepanjang senja yang tiada akan pernah cukup untukmu
menghitung rindu,
Hingga petang pun mungkin tak lagi cukup panjang
untuk menemanimu mengemas rindu—di dalam kotak yang hingga kini tak juga kau
kirimkan padanya.
Adakah esok, ketika petang pun mengalah pada pagi,
Rindu-rindu dalam kotak itu akan kau kirimkan?
Kini, senja pun masih menunggumu... menunggumu merapal rindu.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar