Kau-kah itu?
Yang membangunkanku,
Dari lelapnya mimpi—tentang kesepian.
Kau-kah itu?
Yang menghujaniku, bukan dengan peluk—melainkan tegas
kata-kata—tiap kali kutukku akan hujan yang tak pernah bersalah padaku.
Kau-kah itu?
Dalam kaku yang tak pernah alpa, namun hangat tak pernah
pudar.
Dalam kata yang tak pernah kau perpanjang, namun tatap yang
buatku tak mampu lagi berbantah.
Dalam cinta yang tak pernah kau ucap, namun setia sadarkanku dari mimpi tentang sepi dan hampa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar